For the Love of Books

Agama

Mozaik Islam Indonesia di Timur

OLEH ABDUL WAHID & DIDID HARYADI
Peneliti Gerakan Islam di Universitas Islam Negeri Mataram;
Pengajar Departemen Sosiologi, Universitas Nasional



MosqueImam_thumbnail
Wajah Islam di Indonesia ditandai dengan keberagaman praktik. Corak Islam di belahan barat Indonesia dalam aspek-aspek tertentu relatif sama dengan belahan timur Indonesia, tetapi banyak hal menunjukkan ciri-ciri partikularitas.

Perbedaan ini dipengaruhi konteks lokalitas berupa faktor kesejarahan, budaya, dan sifat hubungan sosial antara komunitas Muslim dengan komunitas lain dalam lingkup pergaulan sosio-kultural dan politik.

Pertumbuhan, perkembangan, dan dinamika Islam di berbagai daerah di Indonesia berlangsung dalam suatu kancah di mana aktor dan institusi dakwah berperan memainkan agensi dan otoritasnya, lalu menghasilkan identitas dan corak tertentu pada masyarakat Muslim.

Dewasa ini, praktik dan identitas Islam di Indonesia Timur tumbuh dari bawah (bottom up) bersahutan dengan munculnya otoritas agama yang dinamis, terutama dari kalangan pedagang-perantau Bugis-Makassar.

Dengan agensi yang tinggi, mereka datang untuk berdagang, merantau di suatu daerah, lalu bermukim dan membentuk komunalisme bagi pertumbuhan dan perkembangan praktik Islam.

Dari sinilah terbentuk identitas dan masyarakat Muslim di Indonesia bagian timur dengan tradisi Islam yang kaya serta beragam. Read More…

Mematut Matut Wajah Islam Kini

OLEH AMIRUDDIN AL RAHAB
Anggota KOMNAS HAM


| |

heresy
Islam secara sosiologis dan politik adalah kenyataan di Indonesia. Kenyataan itu jauh lebih tua dari negara bangsa yang kini kita kenal sebagai Indonesia. Atau bisa pula dinterpretasikan bahwa dari rahim komunitas Islam itu lah bangsa Indonesia menjelma berdinamika dengan komunitas-komunitas umat beragama lainnya.

Mendiskusikan fenomena perilaku komunitas-komunitas Islam sebagai gejala sosiologis dan politik, perpektif historis itu tidak bisa dikesampingkan. Dengan kata lain, bahwa komunitas-komunitas Islam memiliki berbagai peran dalam rentang sejarah pembentukan negara bangsa Indonesia adalah kenyataan. Namun sejarah juga menunjukan bahwa komunitas Islam yang berperan dalam membentuk Indonesia juga tidak pernah berwajah tunggal.

Ahmad Najib Burhani dalam Heresy and Politics: How Indonesia Islam Deal with Extremism, Pluralism and Populism (2020) menguraikan wajah Islam yang tidak tunggal itu. Ia memotret perubahan perilaku komunitas-komunitas Islam dalam merespon situasi Indonesia hari ini.

Buku ini tidak membentangkan pemikiran yang terkonsolidasi, melainkan percikan pemikiran untuk menangapi munculnya fenomena-fenomena perilaku harian beberapa komunitas Islam yang muncul ke ruang publik terkait politik dewasa ini yang cendrung konservatif dan ekstrem. Sebab, buku ini berisikan tulisan-tulisan pendek, kesaksian-kesaksian Burhani atas tingkah laku komunitas Islam dan elit-elitnya dengan segala wajahnya dalam menyikapi perkembangan sosial-politik di Indonesia. Read More…